Jumat, 26 Juni 2009

Mega 6, JK 7, SBY 8

Skor Debat Capres Versi Kadin


SURABAYA PAGI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum terlalu puas dengan penyelenggaraan debat capres putaran kedua, tadi malam (25/6). Namun, dibandingkan dua debat sebelumnya, anggota KPU I Gusti Putu Artha menganggap debat ketiga ini lebih baik. "Sebenarnya masih bisa klimaks lebih dari ini (debat tadi malam, red). Kita akan mainkan di debat keempat dan kelima. Puncaknya di debat kelima dan ada kejutan nanti," ujar Putu, usai Debat Capres, di Studio Metro TV, Jakarta, tadi malam.

Debat kelima, ungkapnya, akan lebih mencair dan memberikan waktu yang lebih panjang untuk berdebat pada sesi ketiga. Mengenai banyaknya iklan, Putu mengatakan, tak mengganggu substansi debat. Dikatakannya, iklan yang ditayangkan stasiun televisi merupakan kompensasi dari pengefisiensian penggunaan anggaran. KPU mengaku hanya mengeluarkan dana untuk honor moderator dan konsumsi.

"Jadi anggaran yang dikembalikan ke kas negara cukup besar," ujar dia.
Penilaian sama juga dilontarkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nur Hidayat Sardini. Kata dia, debat calon presiden tadi malam lebih atraktif dari sebelumnya. "Sedikit lebih menjawab beberapa catatan kritis pada dua debat (capres-cawapres) sebelumnya," kata dia usai acara debat tersebut.

Menurut dia, peran moderator, Aviliani, juga mampu membuat suasana lebih hidup. Disinggung mengenai penampilan para calon presiden, Nur Hidayat mengaku memuji ketiganya. "JK sebagai pemecah kebekuan, SBY yang memberikan pandangan signifikan, dan Megawati yang memaparkan hal-hal penting," ujar dia.


Meski demikian, pelaksanaan debat belum ideal seperti di Amerika Serikat (AS) yang dapat mewakili kepentingan masyarakat. "Tapi sudah ada perbedaan antarcapres, meski belum ada yang khas," tandasnya.

Saling Sindir

Debat capres bertema kemiskinan dan pengangguran, semalam, diwarnai aksi saling sindir antara Jusuf Kalla (JK) – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, JK menyindir iklan kampanye SBY yang meminjam jingle iklan Indomie.

Sindiran Kalla disampaikan saat moderator Aviliani menanyakan kepada para capres soal upaya mereka menekan inflasi. Kalla yang mendapat kesempatan kedua setelah SBY menegaskan upaya menekan inflasi dapat dilakukan dengan mengurangi impor.


"Jingle Indomie yang dipakai Bapak itu memicu orang makan Indomie. Padahal bahan baku Indomie dari gandum impor. Ini bisa bikin inflasi tinggi," kata JK. Mendengar sindiran Kalla, SBY hanya mesam-mesem. Namun, dalam kesempatan lain SBY membalas JK.

Kata SBY, jika produk Indomie tersebut tidak secara 100 persen dibuat dari bahan gandum, namun juga ada bahan lainnya. "Ada juga jagung di dalamnya," sahut SBY.
Saling sindir juga terjadi antara JK dan Mega. Ini menyangkut kontrak proyek gas Tangguh yang dijual murah kepada investor China di era Megawati.

Saat itu, JK menyampaikan kritik kepada Megawati yang menjual gas Tangguh dengan murah.
Menjawab kritikan ini, Mega pun mendapat kesempatan untuk menjawab pendek, “JK kan pernah bekerja sama saya.” Saat Kalla bertanya, "Tapi, kerja saya bagus kan bu?" Megawati kembali menjawab dengan wajah agak cemberut, "Tidak dong." Sontak, JK dan SBY pun tertawa. Begitupun dengan hadirin pun ikut tertawa.

JK Bintang

Ketua Kadin MS Hidayat menilai bintang malam itu memang jusuf Kalla. Menurutnya, Kalla tampil menghibur. "Kalau dari segi showmanship, nomor tiga yang terbaik," katanya. Cuma dari sisi subtansi, Ia menilai SBY lebih unggul. Ketika diminta untuk memberikan skor dalam skala 1 sampai 10, Hidayat memberikan nilai 6 untuk Mega, 8 untuk SBY dan 7 untuk Kalla. ***

Rabu, 24 Juni 2009

HIDOEP ITOE INDAH photoshoot! :D

Weewww....
Aku upload dari hasil photoshoot band aku (Hidoep Itoe Indah)..
before, my band is a indie band likes a retro music or sometimes we call retro rock n roll metal! *silly name*
HAHAHA..
tapi kata orang, band ku ini merupakan jelmaan dari Koes Plus.
ada yang bilang KOES PLUS TELAH KEMBALI! *Ahh, lebay banget deh!*

well, ini lho photo shoot dari hasil fotografer dari HIDOEP ITOE INDAH PHOTO-TAINMENT (manajemen dari band juga) yang bernama Qurratu Ainie Partono (she's a good and tough photographer!)


Inilah dia...


[foto yang awalnya ribet posisi foto! hahaha..]

ki-ka: pedjoeang redy (gitar), pedjoeang maul (kibor), pedjoeang kokoh (gitar+vokal), pedjoeang argo (vokal), pedjoeang riko (bass+vokal), and of course, me, pedjoeang Raditya (drum+vokal)

and then...


nahh, ini dia.. yang katanya orang2 kayak mafia hongkong nyasar!! HAHAHA...
:P
*apa daya, maunya latar mobil mercy lawas, yang ada malah mercy keluaran 2003! tapi not bad lah! :D
catatan: saat foto ini, semuanya lagi ribet pesen siomay (tidak terekam di frame)! HAHAHA!

me said "Pak, siomay gak atek gobis, siji!"
kokoh said "Aku pisan rek! Gak atek tahu, ojok pedes-pedes!"

next...


ini... foto...
no comment lah..!
isinya tertawa terus!


lanjuuutt...


nah, ini pedjoeang Riko.. sang bassis inginnya mau dominan...
alhasil jadinya...
*hahahha*
yah gini...! ter... terr... terrr...!

Dan, akhirnya...


foto di dalam studio..
idenya GILLAAAA!!!
vokalis disuruh tiduran di meja, dan dikelilingi sama personil lainnya...
*hihi.. ini lensa pake fish eye lens.. jadinya yah gini..

Yah,
dari semuanya... emang seru!
Dan yang tak terduga, gitaris kami, pedjoeang Redy dandan sangat gahar!!!! arrrrgghhhhhh!!!
metal abiss!! *tumben dia mau di foto*

Selanjutnya, kita akan membuat video klip.
Mohon doanya agar lantjar!!
MERDEKA!!!!


Berterima kasih pada para pedjoeang-pedjoeang HII jakni Aini as fotografer, Dito as Asst. Fotografer, Ray as Helper/Property, Reza as Koordinasikan semuanya!
Juga Pak Tukang Siomay yang membuat perut kita menjadi berisi! HAHAHA!

Equipment:
- NIKON D200
- Nikkor Lens 24-70mm f/2.8
- Nikkor Lens 10.5mm Fish Eye f/2.8
- Nikon SB800
- Nikon SU-800
and,
properti musik milik HII sendiri.
MERDEKA!!!

Happy Birthday Ayi!

Well, sebetulnya birthday-nya tanggal 23 june kemarin...
tapi ini aku ngebuatin art work buat adikku (hutari winursita) yang kemarin ultah ke 18 tahun.
hope u like it, nduk...
hihi.
;D


[ini yang horizontal ]


[nah ini yang vertical]

well, just share lho!
cuma bermain-main di CS3 extended!
tidak lebih.
:D

Oya, that's photos i taken 2-3 months a go! when she took a photo session for olshop (thefashionistas) february edition.

enjoy it!
:)

Selasa, 23 Juni 2009

Demo Anti Korupsi

Kemarin siang, Cak Su mengajak sahabatnya Cak Man ke Pengadilan Negeri Surabaya.
“Onok opo tho, Cak?” tanya cak Man.

“Iki lho, deloken dewe thooo….!” Kata Cak Su memperlihatkan suasana Pengadilan Negeri yang berbeda dari hari-hari biasanya.
Saat itu, Pengadilan Negeri Surabaya didatangi ratusan massa yang mengatas namakan Kelompok Peduli Hukum dan Anti Korupsi White Collar Crime.

“Wuiiddiiihhhh….. tumun iki aku ndelok onok wong cilik sing peduli ambek korupsi yo, Cak!” kata Cak Man.

“Asline yo kudu ngene. Ket saiki kudu teko awal dikeki pembelajaran mengenai hukum. Khususe pemberantasan korupsi, Man. Dadi kabeh ben isok ndelok, endi sing perilaku sak bendinone lek ketemon soal korupsi opo soal penipuan. Soale kadang wong cilik iku rawan ditipu ambek wong-wong gedhe ngono,” jelas Cak Su.

“Trus iki masalahe opo?”

“Opone?”
“Yo iki, sidang opo kok sampek onok demo-demo ngene?!” lanjut cak Man.

“Oalaahhh… iki terkait sidange nasabah sing melok ndekek dhuwik nang Bank Century. Iku, sing ngemplang dhuwike rakyat meh miliaran rupiah. Sakno, iki wong cilik… petani tambak, malah dibujuki! Masya Allahhh… cik tegoe kadang!” jelas Cak Su.

“Lak akeh, Cak…!! Kasus koyok ngene sing nimpa wong cilik!”

“Mangkane Man… iki ben penegak hukum iku isok berpikir terbuka….! Ojok mek ngurusi awake dewe, demi jabatan lan gengsi dadi penegak hukum. Lak awakmu eruh dewe, penegak hukum iku kudu adil. Jenenge ae penegak keadilan, dadi yo ndelok kabehe kudu rong sisi. Ojok sak sisi ae, trus mergo onok kepentingan, dadine UUD sing diberlakukno!” ucap Cak Su, panjang lebar.

“Lhaaa.. lak apik tho lek teko UUD isok diberlakukno! Teko UUD 1945. Iku lek aku dadi rakyat Indonesia sing apik yo bakal tak terapno,” jawab Cak Man.

“Waaallaaahhhh, Man! Dudhuk iku sing tak maksud. Lek iku yo aku setuju, malah lek isok negara iki kudu dibalekno nang fondasi dasar UUD 1945. Tapi sing tak maksud UUD iki bedho,” tukasnya.

“Trus opo?”
“Iku, Ujung-Ujunge Dhuwik! Mangkane rakyat gak kepengin lek penegak hukum sampek nerapno UUD. Bakal dadi opo Indonesia iki,” kata Cak Su.(Raditya Khadaffi)

Dimuat di Harian Surabaya Pagi edisi Selasa, 23 Juni 2009.


[ aksi demo yang digelar oleh Pemuda Pancasila Surabaya ]


[ tersangka Lila, Direktur Marketing Bank Century ]
Foto-foto: SMG/Tovan Bram

Cahaya Putih dan Pria

Bertemu dengan cahaya putih...
Membuatnya seperti melihat seorang yang membuatnya menjadi tersenyum sepanjang hari... meskipun hanya beberapa saat, beberapa menit, beberapa detik dan atau mungkin beberapa jam...

Dirinya melihat, sedang memperhatikan sesosok anugerah yang sebesar samudera... sampai-sampai dia sempat berpikir, "Luas samudera mungkin bakal membantuku melupakan dari genggaman yang dulu," papar seorang pria itu, dalam hati.

Yang mungkin bagi seorang pria itu mencoba ganasnya Surabaya lebih dalam. Tetapi duri-duri tajam itu yang membuatnya tertatih-tatih dalam merangkai hidupnya.
"Inginku seperti dewa. Ataupun semacam hercules, yang kuat untuk menghadapi segala cobaan. Ataupun seperti seorang ilmuwan sekaliber Albert Einstein yang jenius dalam membuat alat-alat dalam hidup ini. Dan ataupun seperti selayaknya Romeo, dalam kisah Romeo dan Juliet, dalam menahbiskan hidup cinta ini," gumam pria Surabaya itu.

Pria itu juga beranggapan, kalau menjadi seorang Pria dewasa haruslah menjadi diri sendiri. Punya sebuah pegangan, tujuan, etika, humaniora, komunikasi, dan mungkin realita logis untuk mencapai semuanya itu.

Pria itu juga ingin, dalam beberapa akhir terakhir ini. Sebuah cahaya putih bisa menerangi hidupnya yang sempat terbenam dalam badai dan belenggu hitam.
Mungkin, pertanyaan pria itu. "Mungkinkah?"

"Semuanya mungkin!" dalam hati pria itu.

Pria itu berkeyakinan, cahaya putih itu bisa diraih dan dapat menyinari hatinya seketika dia sudah melupakan belenggu itu.

Semacam peringatan, yang dulu terpasung dalam pikiran kepalanya. Tapi peringatan itu membuat pria itu terus tersenyum, terus menjauhi harapannya yang dulu pernah kandas.

Kini, pria itu seakan sudah saatnya untuk merengkuh cahaya putih itu. Dengan pikiran matang, tidak tergesa-gesa. Pria itu tidak perlu terlalu cepat mendapatkan cahaya putih. Memang slogan 'Lebih cepat lebih baik' bisa menjadi acuan. Namun dengan satu kata 'Lanjutkan', juga mempunyai kans meraih cahaya putih itu.

Cahaya putih yang menawan, Cahaya putih yang indah, Cahaya putih yang membuat Pria itu tersenyum dan terus menebar senyumannya. Dan tidak lagi bimbang untuk menentukan pilihan yakni dia atau dirinya.

Semoga Pria itu menjadi lebih bijak. Dan pria itu pun menjawab, "Kita lihat saja nanti....! Jangan lupakan arus bawah, sebab Cahaya putih ini bisa didapat melalui arus bawah"

:)




(c) Raditya Khadaffi 2009

"Post CERAI Syndrom" atau "CERAI"

PS. Ini merupakan lagu teranyar dari band saya Hidoep Itoe Indah

Song : Reddy & Koko' HII
Lyric : Koko' HII
Arr : Hidoep Itoe Indah


Sendiri...Langkahkan kaki
Arungi...Gelap malam yang sepi
Ow, Biarkan...Angan melayang
Merentaskan...Kebekuan Hati

Kurasa...Sangatlah indah
Bila semua...Pelajari arti cinta
Saling memberi...saling terima
menghargai...saat-saat bersama

Reff: Kusesali perpisahan ini
Masa indah tlah pergi...tak kembali
kembali...kuingin waktu-waktu...kembali

Kurasa...aku mengerti
Saat bersama...anugrah yang terindah
saling memberi...saling terima
tak kan kulepaskan...untuk kedua kali


NB:
sang penulis lirik mendapat lagu dapet inspirasi abis nonton filmnya Adam Sandler "The Click"...
Sekedar mengingatkan aja buat yang gak seberapa konsen ke keluarga
bukan cuma anak istri, tapi semua, bapak, ibu, kakak, adik de el el
suatu saat pasti berpisah
jadi ya dihargai waktu waktu masih bisa bersama, OK?
:)