Membuatnya seperti melihat seorang yang membuatnya menjadi tersenyum sepanjang hari... meskipun hanya beberapa saat, beberapa menit, beberapa detik dan atau mungkin beberapa jam...
Dirinya melihat, sedang memperhatikan sesosok anugerah yang sebesar samudera... sampai-sampai dia sempat berpikir, "Luas samudera mungkin bakal membantuku melupakan dari genggaman yang dulu," papar seorang pria itu, dalam hati.
Yang mungkin bagi seorang pria itu mencoba ganasnya Surabaya lebih dalam. Tetapi duri-duri tajam itu yang membuatnya tertatih-tatih dalam merangkai hidupnya.
"Inginku seperti dewa. Ataupun semacam hercules, yang kuat untuk menghadapi segala cobaan. Ataupun seperti seorang ilmuwan sekaliber Albert Einstein yang jenius dalam membuat alat-alat dalam hidup ini. Dan ataupun seperti selayaknya Romeo, dalam kisah Romeo dan Juliet, dalam menahbiskan hidup cinta ini," gumam pria Surabaya itu.
Pria itu juga beranggapan, kalau menjadi seorang Pria dewasa haruslah menjadi diri sendiri. Punya sebuah pegangan, tujuan, etika, humaniora, komunikasi, dan mungkin realita logis untuk mencapai semuanya itu.
Pria itu juga ingin, dalam beberapa akhir terakhir ini. Sebuah cahaya putih bisa menerangi hidupnya yang sempat terbenam dalam badai dan belenggu hitam.
Mungkin, pertanyaan pria itu. "Mungkinkah?"
"Semuanya mungkin!" dalam hati pria itu.
Pria itu berkeyakinan, cahaya putih itu bisa diraih dan dapat menyinari hatinya seketika dia sudah melupakan belenggu itu.
Semacam peringatan, yang dulu terpasung dalam pikiran kepalanya. Tapi peringatan itu membuat pria itu terus tersenyum, terus menjauhi harapannya yang dulu pernah kandas.
Kini, pria itu seakan sudah saatnya untuk merengkuh cahaya putih itu. Dengan pikiran matang, tidak tergesa-gesa. Pria itu tidak perlu terlalu cepat mendapatkan cahaya putih. Memang slogan 'Lebih cepat lebih baik' bisa menjadi acuan. Namun dengan satu kata 'Lanjutkan', juga mempunyai kans meraih cahaya putih itu.
Cahaya putih yang menawan, Cahaya putih yang indah, Cahaya putih yang membuat Pria itu tersenyum dan terus menebar senyumannya. Dan tidak lagi bimbang untuk menentukan pilihan yakni dia atau dirinya.
Semoga Pria itu menjadi lebih bijak. Dan pria itu pun menjawab, "Kita lihat saja nanti....! Jangan lupakan arus bawah, sebab Cahaya putih ini bisa didapat melalui arus bawah"
:)

(c) Raditya Khadaffi 2009


Tidak ada komentar:
Posting Komentar